
EPC Pembangkit
Biomassa Industri
Engineering, Procurement & Construction pembangkit listrik berbasis biomassa — cangkang sawit, kayu, sekam padi, dan limbah pertanian. Energi terbarukan yang andal untuk industri perkebunan, tambang, dan pabrik di Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.
Biomassa: Energi Terbarukan yang Bisa Diandalkan 24 Jam
Berbeda dengan PLTS yang tergantung matahari, pembangkit biomassa beroperasi 24 jam penuh — baseload power yang ideal untuk industri dengan kebutuhan listrik kontinyu.
Baseload 24 Jam
Tidak tergantung cuaca seperti PLTS atau PLTB. Biomassa menghasilkan listrik stabil sepanjang waktu — ideal untuk pabrik, tambang, dan fasilitas yang butuh daya kontinyu tanpa interupsi.
Carbon Neutral
CO₂ yang diemisikan biomassa diserap kembali oleh tanaman pengganti — net zero carbon lifecycle. Mendukung target PROPER Hijau KLHK dan ESG reporting perusahaan Anda.
Hemat Biaya Energi
Bahan bakar biomassa (cangkang sawit, kayu, sekam) jauh lebih murah dari solar atau gas. Penghematan biaya energi bisa mencapai 40–60% vs pembangkit fossil fuel konvensional.
Manfaatkan Limbah Lokal
Pabrik kelapa sawit menghasilkan cangkang & fiber berlimpah. Tambang menghasilkan sisa kayu. Mengubah limbah menjadi energi = circular economy yang menguntungkan dan berkelanjutan.
Jenis Feedstock Biomassa yang Kami Tangani
PT BEB berpengalaman merancang sistem pembakaran yang dioptimalkan untuk berbagai jenis biomassa lokal Kalimantan dan Sulawesi.
Cangkang & Fiber Kelapa Sawit
Kalor: 3.500–4.200 kCal/kg | Moisture: 10–15% | Ash: 5–8% | Tersedia: Kalimantan, Sulawesi, Sumatera — supply berlimpah dari PKS 60–120 ton TBS/jam
Kayu & Wood Chips
Kalor: 3.800–4.500 kCal/kg | Moisture: 20–40% | Ash: 1–3% | Sumber: HPH, HTI, sisa tebangan — banyak tersedia di Kalimantan Tengah & Kalimantan Barat
Sekam Padi & Jerami
Kalor: 2.800–3.200 kCal/kg | Moisture: 8–12% | Ash: 15–20% (silika tinggi) | Cocok untuk gasifikasi atau co-firing — potensi besar Sulawesi Selatan & Kaltim
Pelepah & Batang Sawit
Kalor: 2.500–3.000 kCal/kg | Tersedia saat replanting — 20–30 ton/hektar | Perlu pencacahan (chipper) — kombinasi dengan cangkang untuk kalor optimal
Serbuk Gergaji & Limbah Kayu
Kalor: 3.500–4.000 kCal/kg | Moisture: 5–15% | Ash: <2% | Sumber: industri kayu lapis, furniture, sawmill — Kaltim, Kalsel, Kalbar
Co-firing & Mixed Biomassa
Kombinasi beberapa jenis biomassa untuk stabilitas kalor. PT BEB merancang rasio campuran optimal berdasarkan supply lokal & karakteristik boiler — efisiensi maksimal
Lingkup EPC Pembangkit Biomassa PT BEB
Dari studi kelayakan hingga commissioning dan O&M — kami tangani seluruh siklus proyek pembangkit biomassa.
Studi & Engineering
Feasibility study, analisa feedstock, desain sistem pembakaran, single-line diagram, P&ID, equipment sizing, dan FEED (Front End Engineering Design).
- ✓Feasibility study & bankable report
- ✓Feedstock quality & supply assessment
- ✓Combustion system design (stoker/CFB/BFB)
- ✓FEED & basic engineering package
- ✓Perizinan IUPTL & lingkungan
Procurement & Supply
Pengadaan boiler biomassa, steam turbine generator, fuel handling system, ash handling, flue gas treatment, dan seluruh peralatan pendukung dari vendor terpilih.
- ✓Biomass boiler (stoker/CFB) procurement
- ✓Steam turbine generator set
- ✓Fuel feeding & ash handling system
- ✓Flue gas desulfurization & bag filter
- ✓Electrical & control system (DCS/SCADA)
Construction & Commissioning
Konstruksi sipil, erection mekanikal, instalasi elektrikal, commissioning, dan performance test — dengan K3 HSE ketat dan timeline terstruktur.
- ✓Civil & structural works
- ✓Mechanical erection boiler & turbine
- ✓Electrical installation & control wiring
- ✓Steam blowing & commissioning
- ✓Performance test & serah terima
Tahapan EPC Pembangkit Biomassa
Konsultasi & Studi
Analisa kebutuhan daya, feedstock tersedia, lokasi, dan proyeksi ROI pembangkit biomassa
FEED & Desain
Engineering detail — desain boiler, turbine sizing, fuel system, layout pabrik, & perizinan
Procurement
Pengadaan boiler, steam turbine, generator, sistem kontrol DCS/SCADA dari vendor pilihan
Construction
Sipil, erection mekanikal, instalasi kelistrikan dengan K3 HSE ketat & quality control
Commissioning
Steam blowing, trial run, performance test, serah terima + pelatihan operator
Area Layanan EPC Biomassa
Mobilisasi tim EPC ke seluruh wilayah industri perkebunan, kehutanan & pertambangan
Industri yang Cocok untuk Pembangkit Biomassa
EPC Biomassa — Seluruh Kalimantan, Sulawesi & Papua
Kalimantan Timur: EPC biomassa Balikpapan, pembangkit cangkang sawit Samarinda, PLTU biomassa Bontang, power plant biomassa Sangatta KPC, pembangkit limbah kayu Berau, biomassa captive power Penajam IKN, EPC biomassa Kutai Timur, pembangkit cangkang sawit Kutai Kartanegara.
Kalimantan Selatan & Tengah: EPC biomassa Banjarmasin, pembangkit cangkang sawit Banjarbaru, PLTU biomassa Kotabaru, power plant Batulicin, biomassa Tabalong, EPC PKS Kalteng Palangkaraya, pembangkit biomassa Sampit, cangkang sawit Pangkalan Bun, wood chips Kalimantan Tengah.
Kalimantan Barat & Utara: EPC biomassa Pontianak, pembangkit cangkang sawit Ketapang, PLTU biomassa Sintang, wood chips Sanggau, biomassa Tarakan Kaltara, EPC pembangkit Tanjung Selor, biomassa perkebunan Kalimantan Barat.
Sulawesi Selatan & Tengah: EPC biomassa Makassar, pembangkit cangkang sawit Luwu, biomassa Morowali, power plant biomassa Palu, EPC PKS Sulawesi Tengah, captive power biomassa Parepare, pembangkit biomassa Bantaeng.
Papua: EPC biomassa Timika PTFI area, pembangkit biomassa Sorong, power plant cangkang sawit Merauke, biomassa Boven Digoel perkebunan Papua, captive power biomassa Manokwari, EPC biomassa Jayapura infrastruktur Papua.
Pertanyaan Umum EPC Pembangkit Biomassa
Berapa kapasitas minimum pembangkit biomassa yang ekonomis?
Secara umum, kapasitas minimum yang ekonomis untuk pembangkit biomassa adalah 500 kW — 1 MW. Di bawah itu, biaya spesifik investasi (Rp/kW) menjadi sangat tinggi. Untuk PKS berkapasitas 30 ton TBS/jam, potensi energi dari cangkang & fiber bisa mencapai 1–3 MW listrik — ideal untuk captive power yang mengurangi ketergantungan pada PLN.
Berapa lama payback period investasi biomassa?
Dengan harga listrik PLN industri Rp 1.200–1.500/kWh dan biaya produksi biomassa Rp 400–700/kWh, penghematan Rp 500–900/kWh. Untuk pembangkit 2 MW beroperasi 8.000 jam/tahun, penghematan bisa Rp 8–14 miliar/tahun. Payback period umumnya 4–7 tahun tergantung harga feedstock dan CAPEX. ROI 15–25% per tahun.
Apakah pembangkit biomassa memerlukan izin lingkungan (AMDAL)?
Tergantung kapasitas: <10 MW umumnya cukup UKL-UPL; >10 MW wajib AMDAL. Juga diperlukan IUPTL (Izin Usaha Penyediaan Tenaga Listrik) dari Kementerian ESDM untuk menjual listrik ke PLN atau pihak ketiga. Tim kami membantu proses perizinan dari awal.
Teknologi boiler apa yang paling cocok untuk biomassa sawit?
Untuk cangkang sawit: Stoker fired boiler (fixed/traveling grate) paling banyak digunakan, proven, maintenance mudah. Untuk campuran fiber + cangkang: BFB (Bubbling Fluidized Bed) memberikan efisiensi lebih tinggi dan lebih fleksibel untuk variasi moisture. CFB (Circulating Fluidized Bed) optimal untuk kapasitas >10 MW dengan multi-fuel flexibility.
Apakah PT BEB juga mengerjakan proyek biomassa di Papua dan Sulawesi?
Ya. PT BEB melayani EPC biomassa di seluruh Kalimantan, Sulawesi (Sulsel, Sulteng — area IMIP Morowali, PT Vale Sorowako, PKS Sulawesi), dan Papua (area perkebunan Merauke & Boven Digoel, captive power tambang Timika). Mobilisasi tim EPC via jalur udara dengan koordinasi logistik material melalui pelabuhan terdekat.
Siap Bangun Pembangkit Biomassa?
Tim EPC PT Borneo Energi Bersaudara siap mengkaji potensi biomassa fasilitas Anda dan menyiapkan proposal teknis-komersial. Konsultasi gratis, feasibility study transparan.
